IP ADDRESS DAN ROUTING


  • IP ADDRESS
  • ROUTING



Apa itu IP Address? Pengertian, Fungsi dan Jenisnya


Apakah kamu tahu apa itu IP Address? Jika kamu sering menggunakan internet, kemungkinan besar kamu telah berinteraksi dengan IP Address tanpa menyadarinya. 

IP Address adalah komponen kunci dalam jaringan komputer yang memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi melalui Internet. Peran IP Address dalam internet sangat fundamental. Apa saja peran IP Address? Dalam artikel ini, akan membahas pengertian, fungsi, dan jenis-jenis IP Address yang perlu kamu ketahui.

Pengertian Alamat IP

IP Address adalah deretan angka yang mewakili identitas perangkat ketika terhubung ke internet atau infrastruktur jaringan lainnya. Sama seperti nomor pada alamat rumah, IP Address berfungsi untuk memastikan data dikirim ke perangkat yang tepat. Rentang angkanya adalah dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255.

Kalau Anda pernah menggunakan laptop, PC, handphone, atau printer, sebenarnya semua perangkat ini memiliki IP address sendiri. Penasaran? Tenang, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui tentang apa itu IP address.

Kemudian, selain menjelaskan pengertian IP address, kami akan membahas cara kerja, fungsi IP address, serta jenis-jenisnya. Tidak hanya itu, kami juga akan membahas ancaman keamanan yang terkait dengan alamat IP dan cara mencegahnya. Selamat membaca!

Fungsi IP Address

Saat Anda mengunjungi sebuah website, perangkat yang Anda gunakan perlu menemukan lokasi data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada Anda.

Jadi, apabila diibaratkan, IP address adalah nomor rumah yang berfungsi untuk memastikan bahwa paket (data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat. Dengan kata lain, fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.

Jenis-Jenis IP Address

  • IPv4
  • IPv6
  • Private IP
  • Public IP
  • Alamat IP Dinamis
  • Alamat IP Statis
  • Shared IP Address
  • Dedicated IP Address



Pengertian Routing,Jenis, Dan Fungsinya

Apa Itu Routing?

Routing adalah proses dalam jaringan yang berfungsi untuk meneruskan paket, dari jaringan satu ke jaringan yang lainnya melalui Internet. Proses routing ini dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah perutean. 

Selain merujuk ke istilah untuk proses meneruskan paket pada jaringan, routing atau perutean juga bisa diartikan sebagai beberapa jaringan yang terhubung. Jaringan yang terhubung ini membuat jaringan Internet dapat dikirimkan atau dengan istilah sistem informasi, ditransmisikan ke jaringan yang lain. 

Dalam prinsipnya routing atau perutean ini dapat diterapkan prinsipnya pada semua jaringan, seperti jaringan telepon hingga jaringan pada transportasi umum. Dalam suatu metode transfer data antar jaringan yang bernama packet-switchingrouting akan memilih jalur untuk paket berupa Internet Protocol (IP) untuk melakukan perjalanan dari asal lalu ke tujuannya. Keputusan untuk perutean Internet ini dibuat oleh perangkat keras bernama router.

CONTOH PERANGKAT ROUTER:


Fungsi Routing

Sebagai orang yang sudah terbiasa dengan dunia sistem informasi, fungsi routing mungkin sudah dipahami di luar kepala. Namun, bagi sebagian besar orang awam yang tidak terbiasa dengan istilah-istilah ini, proses routing memiliki beberapa fungsi yang harus Anda ketahui.

1. Penghubung Jaringan untuk Mengirimkan Paket Data

2. Prinsip yang Berguna untuk Komputer Masa Kini


Cara Kerja Routing

Sebelum memahami alur kerja dari routing, Anda perlu memahami mengenai beberapa fungsi aspek dalam routing dan protokol routing. Beberapa fungsi tertentu setiap aspek pada proses routing adalah sebagai berikut: 

  • Dalam proses ini, tabel routing berfungsi sebagai pencatat jalur yang akan dan harus diambil paket untuk mencapai tujuannya. 
  • Router berfungsi sebagai perangkat keras yang dibutuhkan dalam proses routing. Dalam proses ini berfungsi untuk perangkat aktif yang akan menerima paket Internet, membaca header paket, memeriksa alamat tujuan dari paket, memilih dan menentukan jalur yang akan dilewati paket untuk ke tujuan, serta menentukan ke mana tujuan routing yang sudah sesuai dengan informasi dalam tabel routing sebelumnya.
  • TCP/IP ini berfungsi sebagai alamat pengiriman paket data dalam jaringan yang akan membantu paket data menuju ke alamat utama yang dituju (host). Selain itu, TCP/IP ini berfungsi untuk menerima paket data mengirimkan paket data lagi yang ada di dalam sistem.

Kemudian, ada pula routing protocol atau protokol perutean. Protokol perutean ini memilih rute dalam jaringan untuk menentukan jalur terbaik untuk meneruskan paket. Setiap router akan berkomunikasi dengan satu sama lain untuk saling mengumpulkan informasi mengenai jalur yang kemungkinan berbeda ke jaringan tertentu dan akan disimpan ke tabel routing.


Jenis-Jenis Routing

Dalam proses routing terdapat tiga jenis routing yang harus Anda ketahui perbedaannya. Berikut adalah jenis-jenis routing beserta dampaknya.

1. Static Routing

Static routing atau perutean statis yang sesuai namanya yaitu bersifat statis. Jenis routing ini menggunakan sedikit router dan konfigurasi pada proses routing-nya tidak berubah dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu dinamakan perutean statis.

Perutean statis ini memiliki kelebihan dapat diimplementasikan dengan mudah. Perutean statis ini juga dinilai sebagai perutean yang paling aman karena administratornya yang terpusat, hal ini menyebabkan router yang dipakai tidak akan memberikan informasi ke perute lainnya.

Static routing tidak membutuhkan banyak sumber daya, seperti memori atau CPU, malah Anda bisa menggunakan router yang lebih terjangkau untuk perutean statis ini. 

2. Dynamic Routing

Dynamic routing atau perutean dinamis adalah kebalikan dari perutean statis, yang mana router memungkinkan untuk mempelajari informasi mengenai router lainnya yang dilakukan secara dinamis. Informasi dari router lain ini bisa ditambahkan ke tabel routing milik router yang dipakai. 

Tujuan utama dari perutean dinamis ini adalah untuk menemukan jaringan jarak jauh dan memelihara informasi perutean yang terkini. Selain itu, perutean dinamis juga secara otomatis akan memilih jalur terbaik untuk sampai ke jaringan tujuan, sekaligus dapat memilih jalur baru apabila jalur yang dipilih tidak tersedia. 

Kelebihan dari perutean dinamis ini adalah router dapat bekerja untuk semua jenis jaringan. Selain itu, proses perutean ini dapat secara otomatis merutekan ulang traffic jika ada suatu kegagalan dan dapat membangung kembali tabel routing.

3. Default Routing 

Default routing adalah jenis routing yang hanya menggunakan single router atau satu router saja, yang mana metode routing-nya hanya akan menggunakan konfigurasi untuk mengirim seluruh paket data ke satu router saja. 

Jenis routing yang satu ini juga biasa disebut dengan istilah gateway of last resort, karena sistem routing-nya yang dipakai sebagai router rintisan untuk menjangkau semua jaringan lain agar semua paket data tersampaikan ke jaringan tertentu. Kelebihan dari default routing ini dapat digunakan ketika belum ada rute yang ditentukan sebelumnya dalam tabel routing.



NOTE: JIKA POSTINGAN INI BERMANFAAT SILAHKAN KOMENTAR YA TEMAN TEMAN😀

YULIANTO






Komentar